FEBI UIN SAIZU

UIN Saizu Gaungkan Peran Zakat dan Wakaf Global

zakat-wakaf-internasional

Purwokerto – Geliat semangat kolaborasi dan digitalisasi dalam pengelolaan zakat dan wakaf menggema dari Auditorium UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Senin (5/5). Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (HMPS MAZAWA) bersama Forum Nasional Mahasiswa Zakat dan Wakaf (Fornas MAZAWA) sukses menggelar Seminar Internasional Zakat dan Wakaf, menghadirkan ratusan peserta dari berbagai penjuru secara luring maupun daring.

Mengusung tema “Optimalisasi Dana Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Keuangan Sosial dalam Mewujudkan Ekonomi Global di Era Digital,” seminar ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai solusi ekonomi umat, terutama di era transformasi digital.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. H. Chandra Warsito, S.TP., S.E., M.Si., serta dihadiri oleh Ketua Program Studi MAZAWA, Mahardhika Cipta Raharja, S.E., M.Si. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen civitas akademika UIN Saizu dalam mendukung transformasi sosial berbasis keuangan syariah.

Tiga narasumber internasional dan nasional dihadirkan, yaitu: Prof. Dr. Nasri Bin Naimi (Universiti Utara Malaysia), H. Imam Nur Azis, S.Sos., M.A. (Ketua Asosiasi Nazir Indonesia), H. Muhammad Ridwan, M.Pd. (Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banyumas). Ketiganya memaparkan peran strategis zakat dan wakaf sebagai instrumen ekonomi berkelanjutan yang tak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki daya ungkit sosial luar biasa.

Salah satu sorotan penting adalah penandatanganan MoU antara Fornas MAZAWA dan Asosiasi Nazir Indonesia, menandai dimulainya kemitraan strategis untuk mendorong penguatan tata kelola zakat dan wakaf secara nasional dan berkelanjutan. Ketua Fornas MAZAWA, Adila Nur Maylani, menyampaikan bahwa acara ini adalah langkah monumental bagi generasi muda:

“Seminar ini menjadi penanda era baru pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia. Semangat kolaborasi dan inovasi dari mahasiswa di Purwokerto ini diharapkan menular ke seluruh pelosok negeri, membangun ekosistem zakat dan wakaf yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata.”

Di tengah antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan menggali wawasan, seminar ini membuktikan bahwa zakat dan wakaf kini telah melampaui batas tradisional. Teknologi menjadi jembatan baru menuju tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Dengan keberhasilan ini, HMPS MAZAWA dan Fornas MAZAWA UIN Saizu telah menegaskan perannya sebagai pionir gerakan mahasiswa zakat dan wakaf yang adaptif terhadap zaman. Ke depan, kolaborasi lintas institusi dan inovasi digital diyakini menjadi kunci menjawab tantangan sosial-ekonomi umat.(EZM)

Share
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
maklumat febi
Skip to content