Purwokerto — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Dr. Ahmad Dahlan, M.S.I., melaksanakan kegiatan visiting academic ke dua perguruan tinggi internasional terkemuka di Asia Tenggara, yakni Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) University, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2026.
Kegiatan visiting academic di NTU Singapura dilaksanakan pada 23 Januari 2026. NTU dikenal sebagai salah satu universitas terbaik dunia yang secara konsisten menempati peringkat global, di antaranya peringkat ke-12 dunia versi QS World University Rankings 2026, peringkat ke-31 versi Times Higher Education (THE) 2026, dan peringkat ke-28 versi US News 2025–2026.
Dalam kunjungan yang bersifat informal tersebut, Dr. Ahmad Dahlan melakukan diskusi akademik bersama Professor Kamaludeen Mohamed Nasir, Sosiolog dari School of Social Sciences NTU. Hasil dari pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama internasional, di mana Prof. Kamaludeen menyatakan kesediaannya untuk menjadi Visiting Professor di FEBI UIN SAIZU pada Juni 2026.
Selanjutnya, pada 27 Januari 2026, Dr. Ahmad Dahlan melaksanakan visiting academic di INCEIF University Kuala Lumpur, sebuah perguruan tinggi internasional yang fokus pada pengembangan pendidikan dan riset Islamic finance. Dari hasil kunjungan tersebut, diperoleh berbagai peluang strategis bagi sivitas akademika FEBI UIN SAIZU, antara lain program beasiswa penuh jenjang Magister (S2) bagi alumni FEBI serta program Doktor (S3) bagi dosen, yang seluruhnya didukung dengan skema pembiayaan penuh.
Selain program akademik formal, INCEIF juga menawarkan berbagai program pelatihan jangka pendek bagi mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah, seperti pelatihan bidang Islamic finance, zakat dan wakaf, serta Islamic human development. Pelatihan tersebut dilaksanakan secara daring selama satu pekan dan diakhiri dengan sertifikat profesional internasional yang diterbitkan langsung oleh INCEIF.
Pada hari yang sama, Dr. Ahmad Dahlan juga melakukan diskusi akademik dengan Prof. Madya Dr. Muhammad Hakimi Mohd Shafiai dari Fakulti Ekonomi dan Pengurusan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Dalam pertemuan tersebut dibahas pengalaman UKM dalam menyelenggarakan berbagai pelatihan Halal Compliance bagi komunitas muslim minoritas di sejumlah negara seperti China, Taiwan, dan Jepang. Pada tahun 2026, tim Prof. Hakimi juga dijadwalkan melaksanakan program serupa di Jerman.
Diskusi tersebut membuka peluang kerja sama strategis bagi Halal Center UIN SAIZU untuk mengembangkan program pelatihan, riset, dan pendampingan halal secara internasional, termasuk potensi kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti UKM maupun lembaga resmi pemerintah Malaysia seperti Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).
Kegiatan visiting academic ini menjadi bagian dari komitmen FEBI UIN SAIZU dalam memperkuat jejaring internasional, peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa di tingkat global.
