FEBI UIN SAIZU

FEBI Sukses Gelar Seminar Nasional Bertema “Entrepreneurship in Indonesia: Prospects and Challenges”

Purwokerto – Jumlah wirausaha menjadi salah satu penentu negara menjadi maju.Sayangnya, jumlahnya di Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

Menurut Bank Dunia, syarat suatu negara punya perekonomian yang baik dan maju adalah minimal 4 persen warganya berwirausaha. Indonesia hingga kini baru punya 3,3 persen. Singapura 7 persen, dan Malaysia 5 persen. Dari fakta diatas maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Entrepreneuhship in Indonesia: Prospects and Challenges.”

Seminar diadakan hari Senin (05/11/2018) bertempat di Auditorium Utama IAIN Purwokerto. Kegiatan dibuka oleh Dr. Ahmad Dahlan, M.S.I selaku ketua panitia kegiatan. Beliau menyampaikan tujuan dari diadakannya seminar ini adalah agar peserta lebih mengetahui peluang dalam berwirausaha dan dapat memulai usaha sejak saat ini juga.

Setelah acara pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan hiburan yang diberikan oleh juara lomba menyanyi IPPBMM saudari Rara Bilqis mahasiswa Perbankan Syariah yang membawakan suara emasnya di depan peserta dengan menyanyikan lagu pop religi.

Selepas hiburan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi seminar yang dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Dr. H. Fathul Aminudin Aziz, MM selaku praktisi dan technopreneurship. Beliau menyampaikan materi tentang bagaimana cara dalam memulai bisnis yang baik agar bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Sesi kedua disampaikan oleh Narasumber Asep Hendriana, SE., MM selaku rektor dari sekolah bisnis Umar Usman Jakarta. Beliau menyampaikan materi tentang peluang dan tantangan dalam berwirausaha yang di Indonesia sendiri masih sangat rendah orang yang berwirausaha. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia menjadi negara paling rendah prosentase jumlah entrepreneur-nya.

“jumlah entrepreneur di Amerika mencapai 12%, jepang 10%, singapura 7%, malaysia 5% sedangkan di Indonesia hanya 31,% berdasrkan data BPS tahun 2017.” Ungkapnya

Asep juga mengungkapkan 5 alasan menjadi technopreneurship ”ada 5 alasan, pertama pertumbuhan jumlah pengguna online terus meningkat, kedua perkembangan mobile gadget begitu pesat, ketiga layanan internet semakin mudah dan cepat, keempat lebih ekonomis dan efisien, kelima tertarget dan tersegmen.” Imbuhnya.

Sesi ketiga disampaikan oleh Dr. Anton Bawono, M.Si selaku dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga. Beliau menyampaikan materi tentang peluang wirausaha di era digital.

“ada tiga sumber peluang usaha, perubahan teknologi, perubahan politik dan kebijakan, perubahan sosial dan demografi.” Ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa untuk bisa sukses di era digital ini, seorang entrepreneur harus bisa menghadapi tantangan yang ada. Setelah semua sesi telah usai, sesi selanjutnya adalah tanya jawab bagi peserta yang masih ingin mengetahui lebih dalam tentang membangun wirausaha sejak dini.

Terakhir peserta berfoto bersama dengan para narasumber.

Share
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments